|
Tulisan kali ini berisikan pengetahuan mendasar tentang
cara menggunakan mysql semoga tulisan kali ini bermanfaat untuk anda.
Sebelum anda
menggunakan cmd, anda harus mengaktifkan terlebihdahulu mysql pada xampp control
panel. Setelah aktif, masukkan sql seperti berikut pada cmd
Setelah itu baru bisa
di gunain tuh cmd gan. Lanjut ke ddl, apa itu ddl kita simak penjelasannya
sekarang ya gan.
DDL
Data Definition Language (DDL) adalah bahasa
basis data yang digunakan untuk mendefinisikan,
mengubah, dan menghapus basis data serta objek-objek yang diperlukan, seperti table, view, user,
index dan sebagainya. DDL biasa digunakan
oleh Data Base
Administrator (DBA) dalam pembuatan sebuah aplikasi basis data.
Secara umum, DDL yang digunakan meliputi
perintah sebagai berikut:
·
CREATE; digunakan untuk membuat objek yang
baru;
·
ALTER ; digunakan untuk
mengubah objek yang sudah ada;
·
DROP ; digunakan untuk
menghapus objek yang sudah ada.
CARA menggunakan DDL
Ada tiga macam yaitu crete
alter dan drop
1. Create
Membuat Database
CREATE DATABASE nama_database;
Contoh:
Untuk menggunakan database yang
sudah dibuat, gunakan perintah use dan jangan lupa “;” nya yaa.
Contoh:
Contoh:
Membuat Tabel
CREATE TABLE nama_tabel(
nama_field_1 tipe_data,
nama_field_2 tipe_data,
.
.
.
nama_field_n tipe_data
);
Contoh:
Keterangan :
1.
Primary key, menjadikan field unik,
nilainya berbeda dengan yang field lainya.
2.
Auto_increment, menjadikan field terisi otomatis.
3.
Not null, menjadikan field harus
terisi, tidak boleh kosong.
2. Drop
a. Menghapus Tabel
DROP TABLE nama_tabel;
Contoh :
b. Menghapus
Database
DROP DATABASE nama_database;
Contoh:
3. Alter
1.
Mengubah Nama Tabel
2.
Menambah Kolom
3.
Mengganti Kolom
4.
Menghapus Kolom
ER-D
Entity-Relationship Diagram disingkat ER-D.
ER-Diagram didefinisikan sebagai
penerjemahan semesta data yang ada di
'dunia nyata' bukan ‘dunia lain’ J dengan memanfaatkan
sejumlah perangkat konseptual menjadi sejumlah diagram data. Sederhananya, ER-D
adalah suatu cara memodelkan suatu
data di tingkat konseptual dalam
perancangan basis data.
ER-D ini hadir untuk menyajikan
dan menjadikan data mudah dimengerti dalam rangka mempermudah perancangan dan
pengaksesan basis data. Itulah ER-D, yang menjelaskan hubungan antardata dalam
basis data berdasarkan objek-objek dasar data yang mempunyai hubungan antarrelasi.
KOMPONEN Diagram ER-D
Adapun komponen ER-Diagram adalah
sebagai berikut:
1. Entitas
Entitas didefinisikan sebagai
individu yang mewakili sesuatu yang nyata dan
dapat dibedakan dari sesuatu yang
lain. Sederhananya, entitas dikenal sebagai suatu objek yang dapat dibedakan
dengan objek lainnya di dalam dunia nyata. Entitas di dalam ER-D
direpresentasikan oleh bangun datar persegi panjang.
Adapun beberapa contoh entitas
adalah sebagai berikut: motor, pegawai,
pelanggan, dan seterusnya. Entitas pelanggan entitas motor entitas karyawan:
2. Atribut
Atribut merupakan karakteristik
dari entity atau relationship yang menyediakan penjelasan detail tentang entity
atau relationship tersebut. Atribut di dalam ER-D direpresentasikan dalam
bentuk bangun datar oval.
Adapun beberapa contoh atribut
adalah sebagai berikut: nomor_induk_motor,
nama, alamat, dan seterusnya.
atribut kode_motor atribut nama
atribut jenis_motor
3. Relasi
Relasi didefinisikan sebagai
hubungan diantara sejumlah entitas yang berasal dari himpunan entitas yang
berbeda. Sederhananya, relasi dikenal sebagai hubungan yang terjadi antara satu
atau lebih entitas. Relasi pada ER-D direpresentasikan dalam bentuk bangun datar belah
ketupat. Adapun beberapa contoh relasi adalah sebagai berikut: mengontrak,
transaksi, dan mengepalai. relasi mengontrak relasi transaksi relasi mengepalai
4. Kardinalitas
Kardinalitas relasi menunjukkan
jumlah maksimum entitas yang dapat berelasi dengan entitas pada himpunan
entitas lain. Adapun kardinalitas yang terjadi diantara dua himpunan
entitas adalah sebagai berikut:
a. One to One
Kardinalitas ini terjadi apabila
entitas (aku) berhubungan dengan paling banyak satu entitas (kamu),
begitu pun sebaliknya. Sederhananya, relasi tabel one-to-one merupakan relasi 2 tabel
dengan primary key (pk) dan foreign key (fk) dengan meletakkan kolom one-to-one
ke tabel baru. Sebenarnya relasi ini jarang digunakan. Adapun beberapa alasan
relasi ini digunakan adalah sebagai berikut:
1. Memindahkan
data ke tabel lain memungkinkan untuk membuat query yang lebih cepat;
2. Mengisolasi dan menghindarkan nilai NULL pada tabel
utama;
3. Membuat
sebagian data susah diakses.
Di sini, mari menggunakan entitas
kepala_sekolah, sekolah, dan relasi
mengepalai. Mari kita lihat
perancangannya:
nim nama Jenis_kelamin mengontrak transaksi
mengepalai
kepala_sekolah mengepalai sekolah
1 1
ER-D tersebut jika
ditransformasikan ke tabel adalah sebagai berikut:
kepala_sekolah : nip, nama, alamat
sekolah : npsn, nama, alamat
b. One to Many dan Many to
One
Kardinalitas One to Many terjadi
apabila entitas (aku) berhubungan dengan
banyak entitas (kamu, dia_1,
dia_n), tetapi tidak berlaku sebaliknya, dalam artian entitas (kamu, dia_1,
dia_n) hanya berhubungan dengan satu entitas (aku). Kardinalitas Many to One terjadi
apabila entitas (saya_1, saya_2, saya_n) berhubungan dengan satu entitas
(kamu), tetapi tidak berlaku sebaliknya, dalam artian entitas (kamu)
berhubungan dengan banyak entitas (saya_1, saya_2, saya_n).
Relasi One to Many terjadi apabila
sebuah data yang ada pada tabel pertama
memiliki beberapa data yang sama
pada tabel kedua. Pada relasi ini hanya diizinkan sebuah data pada tabel
pertama dan tabel kedua boleh memiliki beberapa data yang sama dengan tabel
pertama. Relasi Many to One berlaku sebaliknya. Mari kita simak perancangan berikut
ini dengan menggunakan entitas ibu, anak, dan relasi memiliki.
ER-D tersebut jika
ditransformasikan ke tabel adalah sebagai berikut:
ibu : nik_ibu, nama, alamat
anak : nik_anak, nama,
jenis_kelamin, alamat, nik_ibu
c. Many to many
Kardinalitas Many to Many terjadi
apabila banyak entitas (saya, dia_1, dia_n) berhubungan dengan banyak entitas
(kamu, kamuu, kamuuu). Relasi Many to Many terjadi apabila sebuah data yang
ada pada tabel pertama memiliki
beberapa data yang
sama pada tabel kedua, dan sebuah data yang ada pada tabel kedua juga memiliki beberapa data
yang sama pada table pertama.
Pada relasi ini, table pertama
dan kedua diizinkan memiliki beberapa data yang sama dengan kedua table tersebut. Mari kita simak perancangan berikut yang
melibakan entitas dosen, mahasiswa,
dan relasi mengajar.
ibu memiliki anak
1 n
ER-D tersebut jika
ditransformasikan ke tabel adalah sebagai berikut:
dosen : nip, nama, tgl_lahir,
jenis_kelamin, alamat
mahasiswa : nim, nama, tgl_lahir,
jenis_kelamin, alamat
mengajar : id_mengajar, nip, nim
Bagaimana Transformasi
ER-D ke Tabel?
Model Entity Relationship (ER)
yang disajikan dengan Diagram ER (biasa disebut dengan ERD) bukanlah
sebuah basis data relasional. Karena itu, maka diperlukan proses transformasi dari
sebuah ERD menjadi suatu basis data relasional lengkap dengan tabel-tabel (atau
relasi). Rancangan basis data
relasional hasil transformasi sendiri bergantung kepada desain awal ERD yang telah dibuat. Pada relasi Many To Many
ini tabel relasi akan dibuat menjadi tabel dengan atributnya adalah primary
key dari masing-masing tabel
yang berelasi. Primary key pada tabel relasi akan menjadi foreign key.
Mari kita transformasikan ER-D
tersebut ke tabel. Check it out!
1. Membuat tabel dosen:
2. Membuat tabel mahasiswa:
3. Membuat tabel mengajar:
dosen mengajar mahasiswa
n n
DML
Data Manipulation Language (DML) adalah
bahasa/perintah SQL yang berfungsi untuk memanipulasi data yang ada di dalam basis data(database),
dan digunakan untuk mengambil,
memasukkan, memodifikasi, bahkan menghapus informasi/isi yang ada didalam database tersebut.
Beberapa manfaat atau
kegunaan dari DML
diantaranya adalah sebagai berikut :
a. Pengambilan informasi yang disimpan dalam
basis data (Select)
b. Penyisipan informasi baru ke basis data (Insert)
c. Penghapusan informasi dari basis data (Delete)
d.
Modifikasi informasi yang disimpan dalam basis data (Update)
1. INSERT
Insert merupakan perintah yang berfungsi untuk
menyisipkan, memasukkan
dan menyimpan data dari luar sistem ke dalam
tabel. Perintah insert memiliki 2
cara yaitu :
a. Cara Langsung
INSERT INTO namatabel VALUES (isi1, isi2,
isi3, ...);
b. Cara Tak Langsung
INSERT INTO namatabel (namafield1,
namafield2,...) VALUES (isi1, isi2,
isi3,
...);
2. SELECT
Berfungsi untuk melakukan pengambilan sejumlah
data yang ada di dalam
table untuk ditampilkan ataupun dimanipulasi.
SQL yang digunakan:
a. Menampilkan seluruh isi tabel
SELECT * FROM nama_tabel;
b.
Menampilkan dengan klausa WHERE
SELECT * FROM nama_tabel WHERE kondisi;
Contoh: SELECT kode_motor, nama_motor FROM honda WHERE harga_motor <=18000000;
c. Menampilkan field tertentu
SELECT nama_field1, nama_field2,...... FROM
nama_tabel;
Contoh:
d. Menampilkan data yang diambil dari beberapa
tabel
SELECT tabel1.field, tabel2.field,....
FROM tabel1, tabel2,....
WHERE kondisi;
*(contoh ada di bagian operator AND dan OR)
e. Penggunaan operator AND dan OR
Untuk mengambil dat tertentu dengan
syarat/kondisi lebih dari satu, dan
apabila semua syarat bernilai benar.
SELECT * FROM nama_tabel WHERE kondisi1 AND
kondisi2 AND kondisi3..;
SELECT * FROM nama_tabel WHERE kondisi1 OR
kondisi2 OR kondisi3...;
Contoh:
SELECT a.kode_motor, a.nama_motor, b.id_pelanggan,
b.nama_pelanggan
FROM motorhonda a, pelanggan b, karyawanku c
WHERE a.kode_motor=c.kode_motor AND
b.id_pelanggan=c.id_pelanggan;
f. Penggunaan operator BETWEEN dan NOT
BETWEEN
Untuk menyaring data dengan rentang tertentu
(memiliki jangkauan).
SELECT * FROM nama_tabel WHERE field BETWEEN
batas_bawah AND
batas_atas ;
SELECT * FROM nama_tabel WHERE field NOT
BETWEEN batas_bawah AND
batas_atas ;
Contoh 1:
SELECT a.kode_motor, b.id_pelanggan,
b.id_karyawan
FROM hondafajar a, pelanggan b
WHERE a.id_pelanggan=b.id_pelanggan AND
a.id_karyawan BETWEEN 1 AND 3;
Contoh 2:
SELECT a.id_kontrak, b.nip, b.nama
FROM kontrak a, dosen b
WHERE a.nip=b.nip AND a.id_kontrak NOT BETWEEN
4 AND 7;
g. Penggunaan operator LIKE dan NOT
LIKE
Untuk menseleksi data dengan kriteria
mengandung kata atau klausa
yang didefinisikan oleh LIKE.
SELECT * FROM nama_tabel WHERE field LIKE
‘%....’;
SELECT * FROM nama_tabel WHERE field LIKE
‘....%’;
SELECT * FROM nama_tabel WHERE field LIKE ‘%....%’;
Contoh1 :
SELECT nama_matkul FROM matkul WHERE
nama_matkul LIKE '%as%';
Contoh 2:
SELECT nama_matkul FROM matkul Where
nama_matkul NOT LIKE '%an';
Penggunaan operator ORDER BY
Digunakan untuk mengurutkan data
SELECT * FROM nama_tabel ORDER BY namafield;
Contoh: SELECT *FROM matkul ORDER BY
nama_matkul;
Penggunaan operator ASC dan DESC
Untuk mengurutkan data yang ditampilkan secara
menaik atau menurun.
SELECT * FROM nama_tabel ORDER BY namafield ASC;
SELECT * FROM nama_tabel ORDER BY namafield DESC;
Contoh:
SELECT * FROM mahasiswa ORDER BY nama DESC;
3. UPDATE
Perintah ini digunakan untuk memperbarui data
lama menjadi data terbaru.
Disini perlu diingat perintah update ini harus
dikuti dengan perintah WHERE
sebagai kondisi untuk menentukan data mana
yang akan diperbarui.
UPDATE nama_tabel SET field1=nilai_baru,
field2=nilai_baru, …..
WHERE kondisi;
Contoh: UPDATE dosen SET nama='AkangTeteh
Asdos' WHERE nip=’1234’;
4. DELETE
Perintah ini digunakan untuk menghapus atau
menghilangkan baris data (record) dari table. Penggunaan perintah ini juga harus menggunakan WHERE sebagai kondisi untuk menentukan data mana
yang akan dihapus.
DELETE FROM nama_tabel WHERE kondisi;
Contoh:
DELETE FROM
kontrak WHERE id_kontrak=3;
Agregasi
AGGREGASI DAN GROUPING
Apa itu fungsi
aggregasi? Fungsi aggregasi adalah fungsi matematika sederhana dalam SQL. Biasanya fungsi aggregasi ini digunakan pada bagian SELECT untuk melakukan perhitungan dengan
melibatkan sekumpulan data atau nilai. Sedangkan grouping merupakan fungsi untuk mengelompokkan suatu data table berdasarkan salah satu field yang diperlukan dari
tabel tersebut.
AGGREGASI
1. AVG()
Fungsi
ini digunakan untuk menghasilkan nilai rata-rata sekelompok nilai dari sebuah kolom (field) numerik. Perintah umum: SELECT AVG(nama_field) From nama_tabel
Contoh :
select
avg(harga_motor)from honda;
2.
COUNT()
Fungsi
ini digunakan untuk menghasilkan nilai jumlah data (baris/record) dari sekelompok data tabel maupun view.
Perintah
umum : SELECT COUNT(nama_field) From nama_tabel
Contoh :
SELECT
COUNT(nama_karyawan)from karyawanku;
3. MAX()
Fungsi
ini digunakan untuk menghasilkan nilai tertinggi sekelompok nilai dari sebuah kolom (field) numerik.
Perintah
umum : SELECT MAX(nama_field) From nama_tabel
Contoh:
select
max(harga_motor) from honda;
4. MIN()
Fungsi
ini digunakan untuk menghasilkan nilai terendah dari sebuah kolom (field) numerik.
Contoh :
select
min(harga_motor) from honda;
5. SUM()
Fungsi
ini digunakan untuk menghasilkan nilai total jumlah sekelompok dari sebuah kolom (field) numerik.
Contoh:
6.
ROUND()
Fungsi
ini digunakan untuk melengkapi bidang numerik dengan jumlah desimal yang ditentukan.
Perintah:
SELECT ROUND(nama_field,jumlah_decimal) From nama_tabel
Contoh: select
round (harga_motor,0)from honda;
7.
STDDEV_POP()
Fungsi
ini digunakan untuk menghasilkan nilai standart deviasi populasi.
Perintah
umum: SELECT STDDEV_POP(nama_field) From nama_tabel
Contoh :
SELECT
STDDEV_POP(harga_motor)from honda;
8.
VAR_POP()
Fungsi
ini digunakan untuk menghasilkan nilai standart varian populasi.
Perintah
umum : SELECT VAR_POP(nama_field) From nama_tabel
Contoh:
select var_pop(harga_motor) from Honda;
GROUPING
1. Order
By
Order
by adalah perintah yang digunakan untuk menampilkan data secara
terurut
berdasarkan nilai tertentu. Order by dikelompok menjadi 2 jenis yaitu ascending (data diurutkan dari yang
terkecil ke terbesar) dan descending(data diurutkan dari yang terbesar ke
terkecil).
Perintah
umum : SELECT *FROM(nama_tabel) ORDER BY atribut ASC/DESC
Contoh :
2.
Group By
Group
by merupakan perintah yang digunakan untuk mengelompokan
beberapa
data pada perintah SELECT;
Perintah
Umum : SELECT *FROM(nama_tabel) GROUP BY atribut;
Contoh:
SELECT
* FROM pelanggan GROUP BY id_pelanggan;
3.
Having
Fungsi
Having terkait dengan GROUP BY dan AGREGASI. Biasanya digunakan untuk menentukan kondisi tertentu pada group
by dan kondisi tersebut berkaitan dengan fungsi agrgasi. Fungsi HAVING sebenarnya memiliki kemiripan
dengan WHERE dalam penggunaannya.
HAVING digunakan dalam SQL karena WHERE tidak dapat digunakan dengan fungsi agregasi.
Perintah
Umum: SELECT atribut FROM nama_tabel GROUP BY atribut HAVING fungsi_agregasi:
4.
View
View
dapat disebut sebagai sebuah table semu/bayangan. Data-data pada
table
view dapat merupakan gabungan dari data pada tabe-tabel lain. View dapat digunakan untuk membatasi pengaksesan
atas sebuah table tertentu, jadi user hanya boleh melihat table yang berisi data-data secara spesifik.
Perintah
umum:CREATE VIEW NAMA_VIEW AS<QUERY>
Referensi:
Modul #3 Praktikum Basis
Data 2014
Modul Basis Data 1,
Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Komputer Dan Jaringan, Politeknik
Negeri Pontianak.
http://www.w3schools.com/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar